Prof. Marsigit : Transformatif, Partisipatif dan Kolegial untuk Mewujudkan Visi dan Misi Pascasarjana UNY

Seorang Profesor sekaligus Direktur  Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Marsigit, M. A. siap memajukan Pascasarjana UNY dengan gaya kepemimpinan multifaset. Saat ini, tim Renstra (Rencana Strategis) sedang menyusun visi dan misi Pascasarjana yang baru. Visi misi tersebut pastinya sejalan dengan  visi UNY yang unggul, kreatif dan inovatif berlandaskan taqwa, mandiri dan cendekia.
Kepemimpinan Prof Marsigit yang transformatif, partisipatif dan kolegial diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi pascasarjana dengan semangat gotong royong seluruh civitas akademika. Semua kualitas SDM yang ada akan ditingkatkan mulai dari mahasiswa, dosen, staff bahkan direktur utama.
“Budaya sopan santun harus menjadi pola perilaku semua civitas akademika Pascasarjana UNY”  tegasnya. Sopan dalam memberikan kritik dan saran serta santun dalam bertindak. Sopan santun diwujudkan dalam bentuk pelayanan smart and smile. Smart pikiran, hati dan keterampilannya serta smile wajah, perilaku dan karakternya.
Prof Marsigit menambahkan empat pemikiran pengembangan SDM yang akan dilakukannya yaitu motivasi yang tinggi dengan selalu beribadah dan berdoa sebagai wujud taqwa,  jiwa pelayan dengan satuan yang unik, memperbanyak kerjasama antar civitas akademika sebagai wujud kolegial dan menerapkan kontekstual yang bertingkat-tingkat.
“Pascasarjana memiliki banyak program besar untuk meningkatkan reputasi akademik. Salah satunya yaitu melalui riset dan publikasi internasional”  tuturnya. Pada tahun 2018 ini, UNY akan banyak mengadakan seminar internasional yang terindeks scopus dan pengembangan jurnal terakreditasi milik UNY.
“Pascasarjana akan memberikan fasilitas kepelatihan menulis jurnal untuk mahasiswa. Saat ini, Pascasarjana telah memiliki 2 koordinator terkait jurnal yaitu bidang kepenulisan dan publikasi jurnal yang siap membantu mahasiswa”. Berbagai fasilitas diberikan untuk mendukung mahasiswa Pascasarjana dalam memperpendek masa studi dengan tetap menghasilkan lulusan yang baik secara imtaq dan ipteknya.
Pascasarjana juga memiliki program pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi untuk dosen. Hal ini diwujudkan dengan memfasilitasi Teaching Grand untuk menemukan metode-metode pembelajaran baru menyesuaikan trend nasional dan internasional, mulai mengembangkan e-learning dan distand learning yang dibantu Prof Herman Dwi Surjono, Ph. D dari  prodi Teknologi Pendidikan.
Prof Marsigit mengajak untuk hidup yang lebih hidup lagi dengan mewujudkan motto pascasarjana yaitu more than just a degree, leading in character dan pengembangan fasilitas prima pascasarjana melalui smart and smile. (Ramelan).